Mohamad Alfi Zaidan — Dari Ketekunan Menuju ITB, Menaklukkan Dunia Kebumian dengan Semangat Pantang Menyerah
Setiap siswa memiliki cerita unik dalam perjalanan akademiknya. Namun, kisah Mohamad Alfi Zaidan, siswa kelas XII-3, adalah salah satu yang paling menginspirasi. Dengan kerja keras, ketekunan, dan semangat belajar yang tak pernah padam, ia berhasil diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB), tepatnya di Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), melalui jalur SNBT.
Pencapaian ini bukanlah sesuatu yang datang secara instan. Di balik senyum lebarnya saat berfoto sambil memegang atribut ITB, tersimpan perjalanan panjang yang penuh perjuangan, pengorbanan, dan tekad untuk terus maju.
Awal Ketertarikan pada Dunia Kebumian
Bagi Alfi, minat terhadap ilmu kebumian sudah tumbuh sejak lama. Ia selalu tertarik pada bagaimana bumi bekerja — dari gempa, gunung berapi, hingga dinamika lapisan bumi yang kompleks. Baginya, mempelajari bumi bukan hanya tentang memahami fenomena alam, tapi juga tentang menjaga keseimbangan kehidupan manusia dengan alam itu sendiri.
“Bumi itu nggak cuma tempat kita tinggal, tapi juga sistem yang hidup dan bergerak. Aku ingin jadi bagian dari orang-orang yang memahami dan menjaganya,” ujar Alfi suatu ketika.
Tantangan dan Perjuangan
Jalan menuju ITB bukan tanpa hambatan. Alfi harus menghadapi persaingan ketat jalur SNBT yang menuntut kemampuan akademik tinggi serta kesiapan mental yang kuat. Ia menghabiskan banyak waktu untuk belajar mandiri, mengerjakan soal-soal latihan, dan mengikuti berbagai try out.
Namun, semangat pantang menyerah menjadi kunci utamanya. Ketika hasil ujian coba-coba belum memuaskan, ia tidak menyerah. Ia justru menjadikannya bahan evaluasi. “Aku percaya, setiap gagal itu bukan akhir. Itu cuma tanda bahwa aku harus belajar lebih baik lagi,” katanya dengan mantap.
Dukungan dan Motivasi
Guru dan teman-temannya mengenal Alfi sebagai pribadi yang ceria, mudah bergaul, namun serius jika sudah berurusan dengan cita-cita. Ia tak segan membantu teman lain memahami pelajaran, bahkan sering menjadi motivator kecil di kelasnya. Sikap positifnya inilah yang membuatnya disukai banyak orang.
Dukungan dari keluarga juga menjadi kekuatan besar. Orang tuanya selalu menanamkan nilai kerja keras dan doa. “Orang tuaku selalu bilang, hasil nggak akan mengkhianati usaha. Itu yang aku pegang sampai sekarang,” tutur Alfi.
Momen Pengumuman dan Kebanggaan
Ketika hasil SNBT diumumkan, Alfi hampir tak percaya melihat namanya tertera di daftar penerimaan ITB. Rasa bahagia bercampur haru memenuhi hatinya. Ia merasa perjuangannya terbayar lunas. Teman-teman dan guru di sekolah turut bangga dan memberikan ucapan selamat atas keberhasilannya.
Momen itu menjadi simbol kemenangan bukan hanya bagi dirinya, tapi juga bagi seluruh komunitas sekolah yang selalu mendukungnya sejak awal.
Harapan Masa Depan
Kini, Alfi bersiap menapaki perjalanan baru di kampus impiannya. Ia bertekad untuk terus belajar, meneliti, dan memahami lebih dalam tentang bumi dan segala proses di dalamnya. Ia ingin suatu hari dapat berkontribusi dalam mitigasi bencana dan pelestarian lingkungan di Indonesia.
“Bagi aku, ilmu bukan cuma buat diri sendiri. Ilmu itu harus kembali ke masyarakat,” katanya dengan penuh keyakinan.
Perjalanan Mohamad Alfi Zaidan adalah kisah tentang kerja keras, ketekunan, dan keyakinan diri. Dari ruang kelas sederhana hingga gerbang ITB, langkahnya menunjukkan bahwa tidak ada impian yang terlalu tinggi bagi mereka yang mau berusaha. Ia menjadi bukti nyata bahwa semangat dan ketulusan hati dapat membawa seseorang mencapai puncak yang diimpikan.

Michelle Lie — Melangkah Pasti Menuju ITB, Mewujudkan Impian dengan Ketekunan dan Fokus