Leika Di Comar — Meluncur Dengan Semangat, Mengukir Prestasi di Atas Papan Skateboard

Di balik deru roda papan luncur dan kibasan angin yang menyapu wajah, terselip kisah perjuangan seorang siswi tangguh dari SMAN 3 Bandung — Leika Di Comar, siswi kelas XI-2 yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Ia meraih Juara II Kategori Open Woman Park Skateboard dalam ajang Piala Ibu Negara 2024 yang diselenggarakan oleh Porsorosi.
Bagi sebagian orang, skateboard mungkin hanya sekadar olahraga jalanan. Namun bagi Leika, papan itu adalah simbol kebebasan, keseimbangan, dan perjuangan. “Skateboard ngajarin aku buat jatuh berkali-kali, tapi juga bangkit berkali-kali,” ujar Leika ketika ditemui setelah ajang kejuaraan.
Awal Perjalanan yang Tak Biasa
Kecintaannya terhadap skateboard bermula bukan dari keinginan untuk menjadi atlet, melainkan dari rasa penasaran. Saat melihat sekelompok pemain skateboard beraksi di taman kota beberapa tahun lalu, Leika kecil terpesona oleh cara mereka menaklukkan rintangan dengan penuh percaya diri. Sejak itu, ia mulai belajar otodidak — dari video di internet hingga latihan di area skatepark lokal.
Namun perjalanan itu tidak mudah. Skateboard masih sering dianggap olahraga yang maskulin. Tak jarang Leika mendapat komentar miring atau dianggap “tidak cocok” dengan hobinya. Tapi alih-alih menyerah, ia justru menjadikan hal itu bahan bakar semangatnya. “Aku pengin buktiin kalau perempuan juga bisa berdiri di papan ini, bahkan lebih kuat dari yang orang kira,” katanya dengan senyum percaya diri.
Dukungan Sekolah dan Keluarga
Prestasi Leika tak datang begitu saja. Di balik medali peraknya, ada jam latihan yang panjang, jatuh yang menyakitkan, dan tekad yang tidak pernah padam. Sekolah memberikan dukungan moral yang besar, terutama dari guru-guru dan teman sekelasnya yang selalu memberikan semangat setiap kali ia mengikuti kompetisi.
“SMAN 3 Bandung selalu menanamkan nilai Knowledge is Power, But Character is More, dan aku ngerasa itu benar banget,” ungkap Leika. “Karakter kuat bikin aku terus berani coba, bahkan waktu gagal.”
Keluarganya pun menjadi pilar utama. Orang tua Leika tak hanya mengizinkan, tetapi juga mendampingi dan mendorong anaknya untuk terus menekuni dunia skateboard dengan penuh tanggung jawab.
Piala Ibu Negara 2024 — Momen Tak Terlupakan
Ajang Piala Ibu Negara 2024 menjadi titik penting dalam kariernya. Kompetisi tersebut mempertemukannya dengan atlet-atlet papan atas dari berbagai daerah. Di tengah atmosfer persaingan yang ketat, Leika tampil penuh semangat dan berhasil membawa pulang medali perak.
Ia mengaku sempat gugup, namun begitu berada di arena, rasa gugup itu menghilang. “Waktu papan aku mulai meluncur, semua suara di kepala hilang. Tinggal aku, papan, dan lintasan. Itu momen paling hidup yang pernah aku rasain,” katanya dengan mata berbinar.
Inspirasi Bagi Generasi Muda
Prestasi Leika menjadi bukti bahwa keberanian untuk keluar dari zona nyaman dapat membawa hasil luar biasa. Ia tidak hanya membawa nama SMAN 3 Bandung ke tingkat nasional, tetapi juga menjadi inspirasi bagi teman-temannya untuk terus berani mencoba hal baru.
Kini, Leika bertekad untuk terus berkembang dan menyiapkan diri menuju kejuaraan yang lebih tinggi. Ia bermimpi suatu saat bisa mewakili Indonesia di ajang internasional. “Aku ingin lebih banyak perempuan yang berani turun ke arena, bukan cuma nonton dari pinggir,” ucapnya penuh keyakinan.
Leika Di Comar telah menunjukkan bahwa keberhasilan bukan hanya soal medali, tetapi tentang semangat pantang menyerah dan keyakinan diri. Dari atas papan skateboard, ia mengajarkan satu hal sederhana namun bermakna: jatuh bukan akhir, tapi bagian dari perjalanan menuju kemenangan.
Principia Diyaana — Gemilang di Ajang Internasional, Bukti Kecerdasan dan Ketekunan Generasi Muda