Wednesday, February 18, 2026

Keysa Najila Matahari — Menapaki Jejak Keberhasilan Menuju ITB, Menyatukan Mimpi dan Ketekunan

Share

Keysa Najila Matahar — Menapaki Jejak Keberhasilan Menuju ITB, Menyatukan Mimpi dan Ketekunan

Di balik senyum tenang seorang siswi bernama Keysa Najila Matahari dari kelas XII-2, tersimpan kisah perjuangan yang luar biasa. Tak hanya berprestasi di bidang akademik, ia juga dikenal sebagai sosok yang konsisten, berkomitmen, dan rendah hati. Kini, kerja keras dan dedikasinya membuahkan hasil: Keysa resmi diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB), Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL), jurusan Infrastruktur Sipil dan Kelautan (SI) melalui jalur SNBP.

Bagi banyak orang, diterima di ITB adalah impian besar — dan bagi Keysa, impian itu menjadi kenyataan berkat perjalanan panjang yang dipenuhi semangat belajar, kesabaran, dan tekad pantang menyerah.

Awal Ketertarikan pada Dunia Teknik Sipil

Ketika kebanyakan orang menganggap teknik sipil sebagai bidang yang berat, Keysa justru menemukan keindahan di balik angka, struktur, dan konsep rekayasa. Sejak SMP, ia sudah tertarik dengan bagaimana jembatan, gedung, dan infrastruktur besar bisa berdiri kokoh melalui perhitungan dan ilmu teknik yang kompleks.

“Bagiku, teknik sipil bukan hanya soal bangunan, tapi tentang menciptakan sesuatu yang berguna dan tahan lama bagi banyak orang,” ujar Keysa suatu kali. Ia percaya bahwa setiap jalan, jembatan, dan bangunan memiliki cerita — dan ia ingin menjadi bagian dari cerita itu.

Langkah Demi Langkah Menuju Impian

Keysa dikenal di lingkungan sekolahnya sebagai siswi yang tekun dan fokus. Ia tidak pernah terburu-buru dalam belajar; ia lebih memilih untuk memahami konsep secara mendalam ketimbang sekadar menghafal. Sikapnya yang teliti membuatnya mudah memahami pelajaran eksakta, terutama matematika dan fisika, yang menjadi dasar utama bagi dunia teknik.

Namun, perjalanan menuju ITB tentu bukan tanpa tantangan. Dalam kesehariannya, Keysa harus menyeimbangkan waktu antara kegiatan akademik, tugas sekolah, dan persiapan SNBP. Ada masa-masa ketika rasa lelah menghampiri, tapi semangatnya untuk terus berjuang tidak pernah padam. Ia percaya bahwa usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh pasti akan berbuah hasil baik.

Dukungan dari Guru dan Teman

Guru-guru mengenalnya sebagai pribadi yang sopan, penuh rasa ingin tahu, dan selalu berusaha maksimal. Ia bukan tipe yang banyak bicara di kelas, tapi ketika ditanya, jawabannya selalu menunjukkan pemahaman yang mendalam. “Keysa itu telaten. Kalau belum paham, dia akan terus mencari tahu sampai benar-benar mengerti,” ujar salah satu gurunya.

Teman-teman sekelasnya pun sering menjadikan Keysa sebagai tempat bertanya jika mengalami kesulitan belajar. Meski pintar, ia tidak pernah sombong. Ia justru senang membantu orang lain, karena baginya ilmu akan semakin berarti jika bisa dibagikan.

Saat Pengumuman SNBP

Hari pengumuman SNBP menjadi salah satu momen paling menegangkan dalam hidup Keysa. Dengan tangan bergetar dan doa tak henti, ia membuka laman resmi pengumuman. Beberapa detik kemudian, matanya terbelalak tak percaya — namanya tercantum sebagai salah satu yang diterima di ITB.

Tangis haru pun tak terbendung. Rasa syukur meluap, mengingat betapa panjang dan berat perjalanan yang ia lalui. Guru, teman, dan keluarga pun menyambut kabar bahagia itu dengan penuh kebanggaan.

Harapan dan Mimpi ke Depan

Kini, Keysa siap melangkah menuju babak baru kehidupannya di kampus impian. Ia ingin menimba ilmu sebanyak mungkin, berkontribusi dalam bidang infrastruktur yang berkelanjutan, dan suatu hari nanti menjadi insinyur yang dapat memberikan solusi bagi pembangunan Indonesia.

“Bagi aku, belajar itu bukan untuk bersaing dengan orang lain, tapi untuk menantang diri sendiri agar terus berkembang,” ujarnya bijak.

Perjalanan Keysa Najila Matahari adalah cerminan dari ketekunan dan kesabaran. Ia membuktikan bahwa mimpi besar bisa diwujudkan melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten. Dari ruang kelas di sekolah hingga gerbang ITB, kisahnya menjadi inspirasi bagi semua siswa yang berani bermimpi dan berusaha mewujudkannya.

 

Mohamad Alfi Zaidan — Dari Ketekunan Menuju ITB, Menaklukkan Dunia Kebumian dengan Semangat Pantang Menyerah

Read more

Local News