Tuesday, April 7, 2026

Kurnia Panji, Kirei Naquita, dan M. Reyhan – Inovator Muda SMAN 3 Bandung yang Menorehkan Prestasi di Ajang Internasional

Share

Kurnia Panji, Kirei Naquita, dan M. Reyhan – Inovator Muda SMAN 3 Bandung yang Menorehkan Prestasi di Ajang Internasional

 

Inovasi adalah kunci kemajuan masa depan, dan generasi muda memiliki peran besar dalam mewujudkannya. Tiga siswa SMAN 3 Bandung, yaitu Kurnia Panji (XII-5), Kirei Naquita (XII-2), dan M. Reyhan (XII-2), telah membuktikan hal tersebut dengan meraih Medali Emas dalam ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) yang digelar di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya. Mereka berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam bidang penelitian Waste Treatment (Pengolahan Limbah).

Inovasi untuk Lingkungan yang Lebih Baik

Ketiganya mengusung proyek penelitian bertema pengolahan limbah ramah lingkungan yang berfokus pada Waste Treatment. Ide ini lahir dari kepedulian mereka terhadap isu pencemaran lingkungan yang semakin meningkat, terutama akibat limbah rumah tangga dan industri. Melalui penelitian ini, mereka berupaya menciptakan metode inovatif yang dapat mengolah limbah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat serta meminimalkan dampak negatif terhadap ekosistem.

Kurnia, Kirei, dan Reyhan melakukan berbagai eksperimen di laboratorium sekolah dan berkolaborasi dengan beberapa dosen pembimbing dari universitas. Mereka mempelajari proses kimia dan bioteknologi untuk menemukan solusi yang efisien dalam menangani limbah cair. Setelah melalui serangkaian uji coba dan penyempurnaan, hasil penelitian mereka mendapatkan pengakuan dari para juri internasional karena dianggap memiliki potensi aplikatif yang tinggi.

Perjalanan Menuju Ajang Internasional

Perjalanan mereka menuju I2ASPO tidaklah mudah. Setelah melewati seleksi tingkat sekolah dan kota, mereka harus bersaing dengan tim-tim terbaik dari berbagai negara. Setiap anggota tim memiliki peran penting: Kurnia bertanggung jawab pada perancangan konsep ilmiah, Kirei fokus pada analisis data dan eksperimen, sementara Reyhan menangani presentasi serta dokumentasi proyek.

Ketiganya bekerja dengan semangat tinggi meskipun dihadapkan pada berbagai kendala, seperti keterbatasan waktu dan peralatan penelitian. Namun, dukungan dari sekolah dan guru pembimbing menjadi motivasi utama bagi mereka untuk terus berjuang. “Kami belajar bahwa sains bukan hanya soal teori, tapi tentang bagaimana kita bisa memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ungkap Kirei.

Pengakuan dan Dampak Prestasi

Ketika diumumkan sebagai peraih medali emas, suasana haru dan bangga menyelimuti tim SMAN 3 Bandung. Prestasi ini menjadi bukti bahwa siswa-siswi Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional melalui riset dan inovasi. Kepala sekolah memberikan apresiasi khusus kepada ketiga siswa tersebut karena telah mengharumkan nama sekolah sekaligus menunjukkan bahwa karakter dan kepedulian sosial dapat bersinergi dengan kecerdasan akademik.

Selain penghargaan, mereka juga mendapat kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian di forum akademik tingkat universitas. Hal ini membuka peluang baru bagi mereka untuk terus mengembangkan ide dan berkontribusi pada dunia sains.

Penutup

Kisah Kurnia, Kirei, dan Reyhan adalah bukti nyata bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar dalam bidang sains dan teknologi. Melalui semangat kolaborasi, inovasi, dan kepedulian terhadap lingkungan, mereka telah menciptakan karya yang tidak hanya membanggakan sekolah, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat luas.

SMAN 3 Bandung patut berbangga memiliki siswa-siswi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan semangat untuk menciptakan perubahan positif bagi dunia.

Keyza Adzura – Suara Emas SMAN 3 Bandung yang Berprestasi di Parahyangan Music Festival

Read more

Local News